Asalamualaikum rekan-rekan readers, gimana kabar nya? Semoga semua selalu dalam keadaan sehat walafiat dan dalam perlindungan Yang Maha Kuasa ya. Hari ini saya mau share pemakaian Yamaha Lexi S yang minggu lalu saya modifikasi menjadi double shock menggunakan swing arm dan shock dari Yamaha Aerox.

1 minggu pemakaian, atau kurang lebih sudah menempuh sekitar 200km-an, membuat saya nyaman dengan setting suspensi yang ada sekarang WALAUPUN sebenernya masih bisa lagi di sempurnakan. Yang membuat saya nyaman dari suspensi ini adalah bantingan lebih empuk dibanding dengan Suspensi DBS saya, tapi tidak ke empukan seperti suspensi single shock nya standar Lexi S yang model tabung. Perlu di ingat juga saya memiliki berat badan sekitar 68kg, dan membawa tas yang saya taruh di dek dengan berat kurang lebih dibawah 4kg, jadi saya belum ada review apabila di pakai boncengan dengan penumpang ya

Nahh di atas kan saya sempat bilang ada yang masih bisa di sempurnakan, yaitu kita setting lagi ni shock ke tukang shock yang bisa atur rebound lebih lembut, jadi saat kita terkena polisi tidur atau lubang di jalanan, shock memberi tendangan balik lebih nyaman, tidak langsung mantul.

Baca Juga  Mungkin kah Suzuki Vitara Brezza ikut meramaikan persaingan Low Compact SUV di Indonesia?

nahh untuk modifikasi shock sebenernya saya ada langganan di Semarang Shock di sekitar Jalan Raya Bogor, Cibubur situ, namun karena setting yang saya suka itu mirip2 seperti karakter rebound nya motor balap, jadi saya berpikir untuk setting di tempat teman saya, Febrianus Balank alias si Hell Boy, seperti link dibawah ini

https://www.facebook.com/100009777512989/videos/1372881693047735/

Jadi overall buat saya double shock itu rasanya lebih nyaman dipakai harian, motor lebih empuk dan grip ban juga lebih terasa. Mungkin sekian saja artikel review double shock di Yamaha Lexi S, semoga teman2 yang ingin ikutan modifikasi dapat pencerahan, terima kasih teman-teman readers.

5 1 vote
Article Rating
1
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x